Pages

Tuesday, June 12, 2012

Arus Lalin di Toldakot & Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Padat

Mengenal Fungsi Wakil Menteri yang Jadi Kontroversi

Jakarta Menyusul putusan MK terhadap judicial review UU Kementerian, Presiden SBY menindaklanjutinya dengan memperbaharui perpres dan keppres tentang wakil menteri. Bila sebelumnya wakil menteri bukan jabatan politis dan karenanya tidak menjadi bagian KIB II, maka sesuai putusan MK di dalam payung hukumnya yang terjadi adalah sebaliknya.

Sebenarnya untuk apa wakil menteri diperlukan? Apa cakupan tugasnya yang spesifik? Berikut ini penjelasan sebagian dari 13 orang wakil menteri baru yang disampaikannya seusai menjalani 'audisi' di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, Bogor, pada pertengahan Oktober tahun lalu.

Wamenkes Prof. DR. Ali Gufron Mukti. Tugas utama dari mantan dekan FK UGM yang saat ini juga menjabat tugas sebagai plt. Menkes ini, adalah mendorong percepatan perbaikan perluasan cakupan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Jaminan Kesehatan Daerah bagi rakyat miskin.

Wamenbudpar Sapta Nirwanda. Pria murah senyum yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar ini mendapat tugas dari Presiden SBY untuk mengembangkan pasar pariwisata berbasiskan produk-produk ekonomi kreatif.

Wamenlu Wardana. Tugas pokok diplomat senior yang menggantikan Triono Wibisono ini adalah memastikan dilaksanakannya berbagai komitmen dan kesepakatan kerjasama antara Indonesia dengan negara-negara sahabat maupun dalam forum-forum internasional.

Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim. Mantan rektor Universitas Andalas yang sempat menjabat sebagai Inspektur Jendral Kemendiknas ini Presiden SBY tugaskan mengembangkan pendidikan yang meningkatkan daya saing bangsa dengan program pendidikan yang menghasilkan alumni cerdas dan cocok dengan kebutuhan pasar.

Wamendikbud bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti. "Kebudayaan dalam arti luas perlu perumusan kebijakan yang diikuti program strategis menyeluruh untuk akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," papar guru besar arsitektur FT UGM ini di kediaman pribadi SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu (15/10/2011).

Wamentan Rusman Heryawan. Misi utama mantan Kepala BPS ini adalah menjalankan program swasembada pangan dengan target surplus produksi beras sebesar 10 juta ton pada 2014. "Ini penting untuk menjamin pangan bagi 240 juta penduduk," kata Rusman yang menggantikan Bayu Krisna Murti.

Wamen Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof Eko Prasojo. Misi utamanya memperbaiki implementasi dari kebijakan publik dan reformasi kepegawaian. "Mesin reformasi birokrasi perlu diperkuat. Hukum administrasi negara bagi penguatan perbuatan pejabat publik agar sesuai aturan dan memperkecil potensi korupsi," papar guru besar ilmu administrasi FISIP UI ini.

Wamenag Nasaruddin Umar. Tugas yang Presiden SBY berikan kepada guru besar UIN Syarief Hidayatullah ini cukup luas. Mulai dari perbaikan menajemen di lingkungan Kementerian Agama, menciptakan suasana damai antara umat beragama hingga meminimalisir persoalan-persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat.

Wamen ESDM yang sempat dijabat Alm. Widjajono Partowidagdo, guru besar ITB bidang perminyakan dan ekonomi. Tugas seorang Wamen ESDM di antaranya adalah menggerakkan program ketahanan energi dengan meningkatkan produksi minyak, gas, listrik dan mineral.

Wakil menteri lainnya adalah; Wamen BUMN Mahmudin Yasin, Wamendag Bayu Krisna Murti, Wamenkeu Mahendra Siregar dan Wamenkum HAM Denny Indrayana.

(lh/aan)


View the original article here

Lagi, Seekor Gajah Jantan di Riau Mati Diracun

Pekanbaru Konflik antara manusia dan gajah terjadi lagi di Riau. Kali ini, seekor gajah jantan dewasa ditemukan telah membusuk. Gadingnya ikut lenyap.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau, Kupin Simbolong, menceritakan timnya menemukan gajah malang itu di Kecamatan Basrah, Kabupaten Kuansing, Riau, pada Kamis 7 Juni 2012.

"Saat kita temukan, kondisi gajah sudah membusuk. Kita perkirakan gajah ini sudah mati sepuluh hari sebelumnya dan gading gajah juga tidak lagi ditemukan di lokasi," kata Kupin kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Menurut Kupin, kuat dugaan gajah ini sengaja dibunuh lewat penebaran racun di kawasan hutan. Lokasi penemuan bangkai gajah ini tidak jauh dari lokasi konsesi hutan tanaman industry PT RAPP.

"Kami yakin gajah ini sengaja dibunuh kelompok pemburu profesional. Sistem pembunuhan ini tentunya lewat penebaran racun di kawasan hutan, selanjutnya para pemburu ini melihat kembali hasil kerjanya. Setelah gajah mati dibiarkan membusuk terlebih dahulu agar gadingnya mudah diambil," terang Kupin.

Menurut dia, tim Balai TNTN sudah meminta bantuan tim dokter hewan dari Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau.

Tim dokter baru tiba di lokasi untuk melakukan autopsi pada Jumat 8 Juni.

"Beberapa organ tubuh gajah yang masih tersisa telah diambil tim dokter. Sampel itu akan dibawa ke laboratorium di Bukittinggi, Sumbar dan Bogor. Ini guna memastikan penyebab kematian gajah tersebut," kata Kupin.

Kematian gajah yang terus menerus terjadi ini, menurut Kupin merupakan pembunuhan yang sistematis. Hal itu diduga kuat dilakukan para pemburu liar yang memiliki jaringan yang cukup rapi. Jaringan ini bisa jadi mulai dari Riau sampai ke Aceh dan sejumlah provinsi lainnya yang masih memiliki gajah di Sumatera ini.

"Artinya, ada jaringan pembunuh di lapangan, ada penampung di tingkat desa, kecamatan, kabupaten sampai provinsi. Ini semua dilakukan mafia yang sudah terorganisir dengan baik," kata Kupin.

Karena itu, soal kematian gajah di Riau yang terus menerus terjadi, kata Kupin, harus menjadi tanggungjawab bersama. Tidak sebatas menjadi tanggungjawab Kementerian Kehutanan, namun semua pihak baik perusahaan, kepolisian Pemda memiliki tanggungjawab yang sama.

"Para mafia memburu gajah liar ini aku segera dibongkar. Jika tidak, ini akan menjadi ancaman serius terhadap kepunuhan gajah yang masih tersisa di Riau," tegas Kupin.

(cha/aan)


View the original article here

Monday, June 11, 2012

Ikut Campur Sidang Walikota Semarang, DPR Dinilai Salah Gunakan Wewenang

Dijagokan Jadi Capres, Ical: Sesepuh Dukung Jalan Terus!

Dipolisikan Tetangganya di Cibubur, Erlinda Hanya Ingin Anaknya Sehat

Jakarta Erlinda hanya bisa pasrah kala dipolisikan tetangganya Setiadi. Erlinda pun mengaku apa yang dilakukannya hanya sebagai protes karena anaknya sakit. Berdasarkan keterangan dokter anaknya sakit karena bulu anjing milik tetangganya itu.

"Anak saya sakit, ada surat dokter positif karena bulu anjing," jelas suami Erlinda, Bambang Heru saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (9/6/2012).

Bambang bercerita, istrinya itu protes karena tetangganya yang memiliki 8 ekor anjing tidak mendengar keluhannya. Kala sore hingga malam, anjing itu dilepas walau dengan pengawasan. Kadang anak-anak juga takut kalau hendak bersepeda. Dia mengaku ada sejumlah warga yang lain yang juga melaporkan soal anjing itu. Bahkan urusan ini sempat dibawa ke RT dan RW.

"Jadi malam itu Rabu 6 Juni, istri saya (Erlinda) datang ke rumah itu. Anjingnya itu dibiarkan di luar, istri saya meminta agar anjingnya dimasukkan, tapi pembantunya malah masuk ke dalam," jelas Bambang yang juga dosen di UNJ ini.

Ketika keluarga Setiadi yang juga pemilik anjing itu datang, pecah keributan antar tetangga di Citra Gran Cibubur Cluster Castle Garden di Blok H Cibubur ini. Entah bagaimana, akhirnya keributan itu berujung kepada pelaporan ke polisi. Padahal, Bambang menegaskan, istrinya tidak pernah melempar batu ke rumah Setiadi seperti yang dituduhkan.

"Istri saya dilaporkan ke Polsek Pondok Gede," jelas Bambang.

Sementara itu pihak Setiadi yang dikonfirmasi membenarkan dirinya melaporkan tetangganya ke polisi. Dia menegaskan, pelaporan dilakukan pada 7 Juni lalu. Erlinda tetangganya dianggap telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan melempar batu ke rumahnya.

Sementara menurut istri Setiadi, Lia, anjingnya memang berjumlah 8. Namun 4 anjingnya itu kecil-kecil. Kalau pun dilepas, memakai tali dan ada pengawasan.

(ndr/trq)


View the original article here

Pertarungan Pemilu 2014 Berpotensi Tidak Fair Gara-gara NasDem

Langkah KPK Geser Sidang Wali Kota Semarang ke Jakarta Sesuai Aturan

Jakarta KPK mengajukan pemindahan persidangan Wali Kota Semarang ke Jakarta. Berbagai pertimbangan menjadi alasan, salah satunya soal keamanan saksi. Namun, hal itu justru menuai protes Komisi III DPR. Benarkah KPK melanggar aturan?

"Sangat wajar KPK meminta kepada MA, konteksnya kan KPK yang menangani. Kalau soal teknis permintaan pemindahan itu sesuai pasal 85 KUHAP," tegas peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz, Sabtu (9/6/2012).

Selain itu, menurut Donal, pemindahan pun dilakukan sesuai prosedur dengan mengirimkan surat ke Pengadilan Tipikor. "Hingga kemudian keluar SK MA yang intinya menyetujui," terang Donal.

Senada dengan Donal, peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok pun setali tiga uang. Dia malah mempertanyakan motif anggota Komisi III DPR yang mati-matian membela tersangka korupsi.

"Tentu KPK tidak akan sembarangan memindahkan persidangan, ada alasan kuat," jelasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Nasir Djamil menyebut keputusan MA janggal lantaran menyetujui usulan KPK memindahkan sidang Soemarmo dari Semarang ke Jakarta. Mengacu Pasal 85 KUHAP, persidangan dapat dipindahkan dengan alasan tertentu. Namun usulan pindah lokasi ini seharusnya disampaikan Ketua PN atau Kepala Kejaksaan Negeri bukan KPK.

Selain itu, persetujuan MA atas pindahnya lokasi sidang dianggap mendiskreditkan pengadilan negeri Semarang. MA terkesan menyetujui alasan KPK yang menyebut sidang akan berjalan tidak objektif karena Soemarmo memiliki kekuatan politik di Semarang.

"Kami tidak masuk materi perkara, substansi hukum. Tapi melihat proses SK-nya," kata Nasir yang juga politisi PKS, Kamis (7/6).

Soemarmo ditetapkan menjadi tersangka terkait dugaan suap pembahasan APBD. Soemarmo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

(ndr/trq)


View the original article here

Ortu Buruh Pelabuhan, Halimah Balita Gizi Buruk Tidak Mampu Berobat

Sunday, June 10, 2012

Orang Tua Halimah Si Balita Gizi Buruk Berjuang Cari Jalan Kesembuhan

Jakarta Perjuangan penuh liku dilakoni orang tua Halimah Hasiah (3), balita gizi buruk, untuk mencari kesembuhan buah hatinya. Mereka ingin Halimah tumbuh sehat dan normal.

Ibunda Halimah, Uum Cahriyah, menceritakan dirinya berniat membawa Halimah berobat dengan memanfaatkan kebijakan pemerintah pada 4 Juni lalu.

"Tanggal 4 kemarin, saya ingin mengobati anak saya. Saya tanya ke tetangga caranya. Terus saya disaranin buat SKTM (surat keterangan tidak mampu). Katanya, anaknya bawa saja dulu ke rumah sakit, terus nanti baru bikin SKTM. Saya cari uang ke sana-sini buat ongkos ke RSCM," kata Uum pada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Saat tiba di RSCM, Uum justru tidak menemukan titik terang cara membuat SKTM. Untuk CT Scan, kata Uum, ternyata SKTM tidak terlalu berguna.

"Di RSCM, dokter bilang supaya bisa tahu jelas penyebabnya, Halimah harus di CT Scan, dan butuh biaya Rp 1,6 juta. Saya tanya, bisa nggak pakai SKTM, katanya untuk scan nggak bisa," ungkap Uum.

Uum merasa kepayahan dalam mendapatkan SKTM karena pernikahannya tidak tercatat di KUA.

"Terus terang saja, saya nikah dengan suami di bawah tangan, jadi tidak tercatat di KUA," imbuhnya.

Perjuangan Uum tidak hanya berhenti di sini. Ia juga bolak balik membawa Halimah, putri ketujuh dari 8 bersaudara, ini ke puskesmas.

"Dulu dokter-dokter puskesmas sering ke rumah waktu umur Halimah 4 bulan, buat mengontrol kesehatannya. Obat yang ada di situ gratis, tapi kalau tidak ada ya saya beli sendiri," kata Uum.

(aan/aan)


View the original article here

PPP: Sumber Dana NasDem Untuk Modali Calegnya Rp 5-10 M Harus Ditelusuri

Berbalas Pantun dan Adu Silat di Festival Palang Pintu

Jakarta Festival Palang Pintu kembali digelar di sepanjang Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan. Hingga esok hari, Anda bisa menikmati berbagai macam suguhan seni hingga kuliner khas Betawi dalam festival yang sudah memasuki tahun ke tujuh.

Festival yang mengambil Jakarta Punye Gaye ini mulai digelar sejak dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tadi pagi hingga Minggu (10/6) besok. Anda bisa mulai berkunjung ke festival dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Berbagai macam barang bisa Anda temukan di festival yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Jakarta ke-484 ini. Namun yang paling menarik adalah kuliner khas Betawi seperti kerak telor, dodol, asinan, kue rangi dan es goyang.

Tentu bukan hanya makanan yang bisa dinikmati. Dua buah panggung yang ada akan 'menghidangkan' pertunjukkan berbagai seni hiburan mulai kompetisi pencat silat, berbalas pantun, gambang kromong hingga break dance.

"Palang pintu adalah prosesi di mana seorang laki-laki ingin memperistri perempuan, dia harus bisa silat dan berpantun. Kita coba lestarikan dengan kompetisi. Ada 13 sanggar yang ikut berkompetisi," kata Ketua Panitia, H Mustopa, saat berbincang dengan detikcom di lokasi acara, Sabtu (9/6/2012).

Menurut Mustopa semenjak diadakannya festival palang pintu ini, banyak sanggar seni Betawi yang tadinya hampir tutup kemudian bangkit kembali. Melihat dampak positif ini, dia akan berusaha untuk terus mengadakan festival ini.

"Terbukti semenjak diadakannya kompetisi ini banyak sanggar yang kembali hidup," papar Mustopa.

Festival tahunan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta dan Forkabi bekerjasama dengan Sanggar Manggar Kelapa. Untuk pengamannya dibantu oleh satuan petugas dari Polda Metro Jaya.

(trq/lh)


View the original article here

1 Orang Tewas Akibat Tabrakan Beruntun di Tol Amplas Medan

Medan Ali Hasan Siregar (41) meninggal dunia menyusul insiden tabrakan beruntun jalan tol Belmera, Medan. Ia merupakan warga Depok, Jawa Barat.

"Iya satu orang akhirnya meninggal dunia dalam kecelakaan itu," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Komisaris Polisi (Kompol) Rishya Mustario kepada wartawan di Medan, Sabtu (9/6/2012).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, korban yang meninggal itu merupakan pengemudi Daihatsu Xenia.

Dia diiidentifikasi sebagai Ali Hasan Siregar (41), beralamat di Jl. Lematang I/124, RT 6/4 Bakti Jaya, Depok. Jenazahnya saat ini masih berada di Rumah Sakit Umum (RSU) Grand Medistra, Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Korban meninggal dunia karena kondisinya sangat kritis karena sempat terjepit di kursi pengemudi. Dia sempat dibawa ke RSU Nursaadah, Tanjung Morawa, namun kemudian dirujuk ke RSU Grand Medistra. Ali akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Grand Medistra tersebut.

Kecelakaaan beruntun di ruas jalan tol Belmera, Medan, terjadi di dekat pintu masuk Amplas. Bermula ketika Daihatsu Xenia warna hitam BK 1470 KP baru masuk pintu tol melaju kencang, lantas menabrak minibus Isuzu Elf BK 7196 DO yang membawa sejumlah karyawan perusahaan biskuit.

Setelah itu, Xenia menghantam Suzuki Katana warna merah BK 1419 DJ yang juga menuju pintu keluar tol, searah dengan Isuzu Elf. Sejumlah korban luka saat ini dirawat di RSU Estomihi, Jl. Sisingamangaraja, Medan.

(rul/aan)


View the original article here

Gara-gara Anjing, Warga Citra Gran Cibubur Dipolisikan Tetangganya

Jakarta Erlinda, warga Citra Gran Cibubur dipolisikan tetangganya Setiadi. Erlinda dilaporkan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Asal muasal persoalan ini karena Erlinda protes atas 8 anjing milik Setiadi yang dianggap mengganggu kenyamanan bertetangga.

"Iya, saya laporkan ke Polsek Pondok Gede, tanggal 7 Juni," kata Setiadi saat berbincang, Sabtu (9/6/2012).

Lebih lanjut, Setiadi enggan berbicara. Dia mengaku sedang rapat. "Sudah ya, saya sedang meeting, nanti saja," imbuhnya.

Namun kemudian, cerita lebih terang datang istri Setiadi, Lia, pelaporan itu dilakukan karena Erlinda sudah melempar batu ke rumahnya. "Ya itu sudah beberapa kali," jelas Lia.

Pelaporan itu pun terjadi karena keributan yang pecah pada Rabu (6/7) malam. Erlinda datang dan marah-marah karena anjing milik Setiadi yang dianggap mengganggu.

Sedang soal protes yang dilakukan soal anjing itu, menurut Lia, keluarganya sudah tinggal lebih lama di Citra Gran. Selama ini pun tidak ada yang protes. Dia juga mengamini memiliki 8 ekor anjing. Namun apabila anjing itu dilepas maka telah dipakaikan tali, dan ada pengawasnya. Anjing itu pun tidak semuanya besar, hanya 4 saja yang besar, sisanya kecil.

"Saya sudah tinggal lebih lama di sana. Bu Erlinda itu baru 3 tahun," tutur Lia.

Sementara itu, pihak Erlinda menepis kalau pihaknya melakukan pelemparan batu. Suami Erlinda, Bambang Heru mengaku, keluarganya protes karena anjing berjumlah delapan itu telah mengganggu kenyamanan bertetangga.

"Jadi pada Rabu 6 Juni, istri saya datang dan menggedor-gedor pintu besi. Kita protes karena anjingnya dibiarkan begitu saja, anak-anak terganggu kadang ketakutan," tuturnya.

Bambang Heru pun sudah mendengar laporan polisi yang dilakukan tetangganya itu. Dia kini hanya bisa pasrah. "Sampai saat ini, istri saya belum dapat panggilan," terangnya.

(ndr/aan)


View the original article here

NasDem Modali Calegnya Rp 5-10 M, PPP: Itu Awal Rusaknya Mental Caleg

Jakarta Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akan memodali calegnya Rp 5-10 miliar untuk memastikan kemenangan di Pemilu 2014. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, menilai iming-iming materi dapat merusak mental seorang caleg.

"Pertama yang perlu disadari bahwa keterpilihan seorang caleg itu tidak bergantung jumlah uang, sehingga tidak ada ketakutan dari PPP tentang dana itu," kata Sekjen PPP, Romahurmuziy, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Menurut Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, memberikan iming-iming material bagi seorang caleg akan merusak mental caleg tersebut. Oleh karenanya, ia menjelaskan, PPP lebih memilih menanamkan ideologi daripada memberi iming-iming uang dalam jumlah besar.

"Kalau kita bukan memberikan iming-iming material, karena itu awal dari rusaknya mentalitas caleg. Yang kita kuatkan adalah mentalitas ideologis," ujarnya.

Romi juga tidak takut kader PPP ada yang tergiur untuk pindah ke NasDem. Menurut dia, loyalitas kader PPP adalah yang tertinggi dibanding partai lainnya.

"Sama sekali nggak takut, perlu diketahui party loyalty PPP sendiri adalah yang tertinggi," tuturnya.

Seperti diketahui Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tak main-main menghadapi Pemilu 2014. Partai Nasdem memodali calegnya antara Rp 5-10 miliar untuk memastikan kemenangan di Pemilu 2014.

"Angkanya tergantung dari dapilnya. Kalau dapilnya kecil tentu tidak besar. Tapi kisarannya ya antara Rp 5-10 miliar lah," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

(trq/lh)


View the original article here

Saturday, June 9, 2012

Modali Calegnya Rp 5-10 M, NasDem Dinilai Kejar Popularitas di Daerah

Jakarta Partai Nasional Demokrat memberikan bantuan dana kampanye sebesar Rp 5-10 miliar kepada calon legislatornya. Program insentif yang merupakan implikasi sistem politik berbasis electoral multipartai ekstrim itu, dibuat untuk siasati rendahnya popularitas di daerah.

"Karena berbasis electoral, maka menjadi penting bagi caleg mempunyai modal untuk membangun popularitas melalui kampanye di daerah pemilihannya," kata Burhanudin Muhtadi, pengamat politik dari LSI kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Rumus bagi seorang caleg memperbesar peluang elektabilitasnya adalah iklan yang gencar di media massa ditambah strategi kampanye yang masif. Kegiatan tersebut tentu saja membutuhkan sumber daya besar yang belum tentu dimiliki oleh caleg bersangkutan meski dirinya adalah tokoh masyarakat yang populer di daerahnya.

Celah tersebut yang dilihat petinggi NasDem sebagai peluang mendongkrak elektabilitasnya secara nasional sebagai parpol baru yang belum mempunyai basis massa sekuat PDIP, Golkar dan partai besar lainnya. Bukan rahasia bahwa untuk urusan sebaran iklan di tingkat nasional, NasDem tidak menghadapi kesulitan sebab mempunyai jaringan media massa yang luas.

Tapi di tingkat lokal yang merupakan unjung tombak perolehan suara, NasDem belum memiliki jaringan yang dapat diandalkan. Di dalam keperluannya mendongkrak elektabilitasnya di daerah, NasDem memodali caleg-calegnya menggencarkan kampanye di daerah pemilihan masing-masing.

"Jadi untuk sapuan nasional melalui iklan di media massa dan sapuan lokal mengandalkan modal besar sehingga calegnya lebih mengakar di masyarakat," analisa Burhanudin Muhtadi.

(lh/trq)


View the original article here

Selalu Posisi Atas di Survei, PDIP yakin Megawati bisa Menangi Pilpres

Bantuan Dana Kampanye NasDem 'Undang' Politisi Kutu Loncat

Jakarta Bantuan dana kampanye sebesar Rp 5-10 milyar untuk setiap calegnya, diyakini ampuh mendongkrak elektabilitas Partai Nasional Demokrat (NasDem) di daerah. Program insentif ini bisa berdampak berupa terulangnya fenomena politisi 'kutu loncat' yang merupakan ancaman serius bagi elektabilitas bagi partai politik menengah pada Pemilu 2014.

"Partai baru maupun lama yang tidak mempunyai kekuatan financial dan dukungan jaringan media massa, bisa jadi ngos-ngosan menghadapi NasDem," ujar pengamat politik dari LSI, Buhanudin Muhtadi, kepada detikcom, Sabtu (9/6/2012).

Berbekal jaringan media massa nasional yang dimiliki petingginya, NasDem tidak kesulitan membangun popularitas di tingkat nasional. Namun parpol baru tersebut belum memiliki infrastruktur yang kuat dengan bakal calon legislator yang cukup mengakar di masyarakat daerah pemilihan bersangkutan.

Kondisi sebaliknya dimiliki oleh partai politik menengah lama. Meski tidak mempunyai dukungan media massa nasional dan kekuatan financial yang besar, tapi basis pendukungnya sudah terbina karena tokoh-tokohnya sudah mengakar di masyarakat.

Partai politik menengah seperti ini yang dinilai rawan kena imbas dari program insentif dana kampanye NasDem, yaitu 'bedhol desa' politisi lokal. "Seperti PPP dan PKB, itu rawan. Politisi 'kutu loncat' itu bukan cerita baru di Indonesia," papar Burhanudin.

Tapi bagaimana dengan parpol besar yang popularitasnya terus menurun seperti PDIP dan PD?

"PD masih memiliki magnet tokoh nasional, yaitu Pak SBY. Gerindra bisa mengandalkan Pak Probowo yang populasitasnya terus naik. Sedangkan PDIP, massa-nya ideologis," jawab Burhanudin Muhtadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, NasDem menyediakan dana kampanye sebesar Rp 5-10 milyar kepada setiap calon legislatornya. Menariknya, program insentif dana kampanye tersebut juga terbuka bagi politisi dari partai politik lain yang bersedia berjuang bersama NasDem untuk menghadapi Pemilu 2014.

(lh/trq)


View the original article here

Meski Modali Calegnya Rp 5-10 M, PDIP Belum Anggap Nasdem Saingan Berat

Derita Halimah Si Balita Gizi Buruk

Jakarta Halimah Hasiah (3) tidak seceria anak seumurannya. Balita berbobot 9 kilogram ini hanya terbaring lemah, belum bisa berjalan dan berbicara.

Pengamatan detikcom, Sabtu (9/6/2012), Halimah tengah terlelap di kediamannya di kawasan padat penduduk, Jalan Ekor Kuning RT02/04, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (8/6/2012).

Halimah yang mengenakan kaos warna kuning tidur di lantai beralas kasus tipis. Pertumbuhan Halimah berbeda dengan sang adik, Intan Sumarni (2), yang cerina dan sudah bisa berjalan serta berbicara. Intan memiliki bobot 12 kilogram.

Halimah adalah salah satu potret penderita gizi buruk yang ada di tengah-tengah gemerlapnya Ibukota.

"Tengkurep sendiri saja baru sekali saya lihat bisa, waktu umurnya pas 3 tahun. Tetapi sampai sekarang nggak pernah lagi. Kalau duduk sih bisa, tapi kita dudukan," kata Ibunda Halimah, Uum Cahriyah.

Uum menceritakan Halimah memiliki tonjolan di belakang lehernya saat lahir. "Saat lahiran Halimah ada semacam benjolan di leher bagian belakangnya tapi benjolannya sudah kempes. Saya kasih ludah basi saja tiap pagi," jelas Uum.

Melihat kondisi sang buah hati, Uum pun telah berupaya mencari pengobatan. Ia membawa Halimah ke puskesmas terdekat hingga ke rumah sakit.

"Dari puskesmas, saya dirujuk ke RSUD Tarakan ya saya bawa ke sana. Katanya gizi buruk, sudah dirawat, ya begitu saja nggak ada kelanjutannya. Saya juga nggak lihat ada perubahan anak saya," kata Uum cemas.

Uum mengaku pernah didatangi orang dari Atma Jaya dan puskesmas. Mereka merujuk Halimah untuk dibawa ke rumah sakit.

"Kalau kata yang dari Atma Jaya, kenapa nggak dibawa ke RS Koja atau Atma Jaya saja. Ya saya nggak tahu, dirujuknya ke Tarakan ya ke situ," ungkap Uum.

(aan/aan)


View the original article here