Jakarta Halimah Hasiah (3), balita penderita gizi buruk tinggal di rumah sederhana di kawasan pasar ikan, Jakarta Utara. Meski didera himpitan ekonomi, orang tua Halimah terus berjuang mengobati sang putri.
Pengamatan detikcom, Sabtu (9/6/2012), Halimah dan keluarga menetap di rumah kontrakan yang berada di belakang pasar ikan, Jalan Ekor Kuning RT 02 RW 04, Penjaringan, Jakarta Utara.
'Istana' Halimah berbentuk rumah kayu yang dibangun di atas empang dengan berhias tumpukan sampah. Keluarga Halimah sudah bermukim di kawasan itu sejak 20 tahun silam. Halimah merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara. Ia belum dapat berjalan maupun berbicara layaknya anak seusianya.
"Ya, alhamdulillah kalau lagi kesusahan ke rumah sakit, ada saja yang bantu. Tetangga biasanya," kata Ibunda Halimah, Uum Cahriyah, pada detikcom.
Uum mengaku tidak memiliki Jamkesmas maupun surat keterangan keluarga miskin.
"Kontrakan tempat lain mahal, di sini cuma Rp 50 ribu sebulan. Yang punya baru datang 2-3 bulan sekali. Kalau lagi punya uang ya saya bayar, kalau nggak ya tempo. Tapi yang punya juga mengerti kondisi kita," ujar Uum.
Ayah Halimah bekerja sebagai buruh pelabuhan dengan penghasilan Rp 20 ribu per hari. Kesulitan ekonomi ini semakin membuat Halimah yang hanya berbobot 9 kilogram itu kian sulit mendapat pengobatan yang layak.
"Ayahnya buruh pelabuhan, penghasilan ya kalau lagi ramai Rp 20.000 per hari. Kakaknya Halimah cuma kernet di Tarakan," kata Uum.
(aan/aan)
0 comments:
Post a Comment