Pages

Monday, June 11, 2012

Dipolisikan Tetangganya di Cibubur, Erlinda Hanya Ingin Anaknya Sehat

Jakarta Erlinda hanya bisa pasrah kala dipolisikan tetangganya Setiadi. Erlinda pun mengaku apa yang dilakukannya hanya sebagai protes karena anaknya sakit. Berdasarkan keterangan dokter anaknya sakit karena bulu anjing milik tetangganya itu.

"Anak saya sakit, ada surat dokter positif karena bulu anjing," jelas suami Erlinda, Bambang Heru saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (9/6/2012).

Bambang bercerita, istrinya itu protes karena tetangganya yang memiliki 8 ekor anjing tidak mendengar keluhannya. Kala sore hingga malam, anjing itu dilepas walau dengan pengawasan. Kadang anak-anak juga takut kalau hendak bersepeda. Dia mengaku ada sejumlah warga yang lain yang juga melaporkan soal anjing itu. Bahkan urusan ini sempat dibawa ke RT dan RW.

"Jadi malam itu Rabu 6 Juni, istri saya (Erlinda) datang ke rumah itu. Anjingnya itu dibiarkan di luar, istri saya meminta agar anjingnya dimasukkan, tapi pembantunya malah masuk ke dalam," jelas Bambang yang juga dosen di UNJ ini.

Ketika keluarga Setiadi yang juga pemilik anjing itu datang, pecah keributan antar tetangga di Citra Gran Cibubur Cluster Castle Garden di Blok H Cibubur ini. Entah bagaimana, akhirnya keributan itu berujung kepada pelaporan ke polisi. Padahal, Bambang menegaskan, istrinya tidak pernah melempar batu ke rumah Setiadi seperti yang dituduhkan.

"Istri saya dilaporkan ke Polsek Pondok Gede," jelas Bambang.

Sementara itu pihak Setiadi yang dikonfirmasi membenarkan dirinya melaporkan tetangganya ke polisi. Dia menegaskan, pelaporan dilakukan pada 7 Juni lalu. Erlinda tetangganya dianggap telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan melempar batu ke rumahnya.

Sementara menurut istri Setiadi, Lia, anjingnya memang berjumlah 8. Namun 4 anjingnya itu kecil-kecil. Kalau pun dilepas, memakai tali dan ada pengawasan.

(ndr/trq)


View the original article here

0 comments:

Post a Comment